Langsung ke konten utama

Menjaga Motivasi Hingga Ahir




Assalamualaikum Wr.Wb

Selamat Pagi :D

Alhamdulillah pagi ini dapat berbagi kembali artikel-artikel tentang ilmu kebiasaan kecil. Hari ini saya akan berbagi artike bagaimana menjaga motivasi hingga ahir. Menurut buku Atomic Habits karangan James Clear ada 4 cara agar menjaga motivasi hingga ahir diantaranya :

Kebisaan Baik
Kebiasaan Buruk
Menjadikannya Terlihat
Menjadikanya tidak terlihat
Menjadikannya Menarik
Menjadikannya tidak Menarik
Menjadikannya Mudah
Menjadikannya Sulit
Menjadikannya Memuaskan
Menjadikannya mengecewakan

Untuk lebih detail lagi dapat teman-teman dapat membaca buku tersebut. Berdasarkan tabel tersebut untuk menjaga motivasi hingga ahir dapat melakukannya dengan 4 cara diatas. Tidak mudah untuk menjaga motivasi hingga ahir akan selalu dihadapkan dengan kemalasan dan rasa bosan yang membuat kita mudah menyerah. Misalkan saja kita akan menjaga motivasi agar terus membaca buku kita dapat menerapkan 4 hukum kebiasaan baik tersebut yaitu dengan menempatkan buku terlihat diruang keluarga, dikamar atau ditempat lain yang terlihat. Dengan membuatnya terlihat maka kita akan dihadapkan dengan buku yang menyebabkan kita secara otomatis akan membaca buku tersebut. Begitu juga dengan kebiasaan buruk, misalkan ingin berhenti merokok maka langkah awal yaitu menjadikannya rokok tersebut tidak terlihat oleh kita. Dengan tidak terlihat maka secara otomatis kita akan menunda merokok.
Menjaga motivasi hingga ahir dapat kita lakukan dengan terus melakukan kebiasaan-kebiasaan yang terus berulang. Melakukan kebiasaan secara berulang membuat kita menjadi lebih ahli dan otomatisasi. Ketika kebiasaan sudah menjadi otomatisasi maka kebiasaan tersebut dapat kita lakukan secara terus-menerus sehingga mudah untuk dilakukan. Bisa menjaga kebiasaan terus-menerus adalah suatu tindakan yang luar biasa. Semoga kita dapat menjaga terus menerus kebiasan baik hingga ahir. Semoga bermanfaat :D

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Have a nice day :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagaimana Mengendalikan Nada Bicara dan Intonasi

  Bagaimana Mengendalikan Nada Bicara dan Intonasi How to Control Tone and Intonation ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Pembuka: “Bukan Apa yang Kamu Katakan, Tapi Bagaimana Kamu Mengatakannya” Pernah dengar orang bilang begini? “Bukan kamu yang salah, tapi caramu ngomong yang bikin emosi!” Yap, inilah bukti bahwa nada bicara dan intonasi bisa mengubah makna. Kita bisa bilang kalimat yang sama, tapi terasa menenangkan , mengancam , atau malah membingungkan — hanya karena nada dan intonasinya. Contoh: “Kamu hebat...” (lembut & tulus) “Kamu hebat?” (bingung & meragukan) “KAMU HEBAT!” (marah atau sarkas!) Intonasi = musiknya kata-kata. Dan dalam public speaking, nada suara bisa jadi pembeda antara dihormati atau diabaikan . “Your voice can inspire, destroy, motivate, or confuse — and it all depends on how you use it.” – Tony Robbins, Unshakeable ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Kenapa Nada Bicara & Intonasi Penting Buat Semua Orang? Karena dalam komunikasi — terutama saat berbicara di depan umum...

Sistem e‑Kinerja, SKP, dan Hal Teknis yang Baru Saya Tahu

  ๐ŸŒŸ Sistem e‑Kinerja, SKP, dan Hal Teknis yang Baru Saya Tahu ๐ŸŒŸ e‑Performance System, SKP, and the Technical Stuff I Just Learned ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Versi Bahasa Indonesia “Teknologi bukan hanya alat. Ia adalah jembatan untuk kita menjadi lebih produktif.” — Adaptasi dari Deep Work oleh Cal Newport 1. Pembuka: “Dulu Kirain SKP Itu Cuma Tulisan, Ternyata Ada Aplikasinya Juga!” Bayangkan… kamu lagi santai ngopi, tiba-tiba bos bilang, “Bro, SKP kamu di‑upload lewat e‑Kinerja ya!” SKP? e‑Kinerja? Apa itu? Saya dulu kira SKP itu cuma lembaran target tahunan, ditandatangani atasan, lalu disimpan di map. Semua manual, semua biasa. Tapi ternyata: ๐Ÿ“Œ SKP kini digital, bisa diakses di mana saja lewat aplikasi ๐Ÿ“Œ e‑Kinerja versi terbaru lebih user-friendly (katanya sih) ๐Ÿ“Œ Ada banyak komponen teknis: KPI, bobot tugas, perhitungan skor otomatis Boom! Saya baru sadar: Era ASN udah digital banget. Dan kita harus bisa adaptasi—cepat! 2. Apa Itu SKP dan e‑Kinerja? a. SKP (Sasaran Kinerja...

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ ASN DAN KOLABORASI: PENTINGNYA TIM YANG SOLID

  ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ ASN DAN KOLABORASI: PENTINGNYA TIM YANG SOLID ๐Ÿš€ Pembuka yang Memikat “Bayangkan ASN seperti orkestra—kalau pemainnya nggak sinkron, jadinya nggak konser, tapi lebih mirip konser kegagalan!” Suatu hari saya menghadiri rapat gabungan instansi. Ada satu tim yang pingin maju cepat, tapi tiba-tiba dua pendapat bentrok: satu ingin fokus digitalisasi, satunya lagi lebih ingin perbaiki SOP manual dulu. Hasilnya? Rapat molor, kopi dingin, dan rencana jadi setengah bisa. Itu momen klasik—ketika kolaborasi tidak terstruktur, semua tujuan kita bisa buyar. Tapi kalau tim solid? Wah, tinggal tekan tombol “go” dan semuanya jalan lancar. ๐Ÿ“Œ Struktur Artikel Apa itu Kolaborasi dalam ASN? Mengapa Kolaborasi itu Penting Unsur Tim yang Solid Hambatan dalam Kolaborasi dan Solusinya Kutipan Self‑Development sebagai Bahan Bakar Humor dan Contoh Sehari-hari Panduan Praktis Membangun Kolaborasi Penutup: Saat Tim Solid, Visi Jadi Nyata ๐Ÿ’ก 1. Apa itu Kolaborasi dal...