Langsung ke konten utama

MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA

     Dalam dunia perkerjaan, kita selalu dituntut untuk menghasilkan produktivitas yang maksimal baik di dunia kerja profit maupun non profit. Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia (1995), Produktivitas berarti kemampuan untuk menghasilkan sesuatu daya untuk berproduksi. Menurut Ervianto (2004), dalam bukunya Teori-Aplikasi Manajemen Proyek Konstruksi mengatakan bahwa produktivitas didefenisikan sebagai rasio antara output dan input, atau rasio antara hasil produk dengan total sumber daya yang digunakan. Dapat disimpulkan bahwa produktivitas kerja adalah kemampuan menghasilkan daya guna (hasil) yang dilihat dari rasio output dan input di dalam sebuah pekerjaan. 

    Untuk membantu meningkatkan produktivitas anda dalam dunia kerja ada beberapa cara yang dapat anda coba. 

1. Buat Perencanaan (make a plan)

    

    Sebelum melakukan pekerjaan biasakan untuk membuat perencanaan. Perencanaan biasanya         dilakukan satu hari sebelumnya. Berdasarkan waktu perencanaan dapat dibagi menjadi perencanaan     harian, mingguan dan bulanan. Perencanaan dibuat sesuai dengan kebutuhan kita masing-masing.     Secara pribadi saya lebih nyaman membuat perencanaan harian dan mingguan. Dengan membuat     rencana harian dan mingguan kita dapat memperoleh gambaran secara detail pekerjaan yang akan     dilakukan dikemudian hari. Plan make better !!

2. Timing (perkiraan waktu)

   Pasti kalian sering mendengar istilah timing is everything (waktu adalah segalanya). Begitu juga dengan seteleh melakukan perencanaan. Perkirakan waktu yang digunakan untuk melakukan tugas atau pekerjaan. Dengan menggunakan timing maka kita dapat meningkatan produktivitas kerja dan menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu. Just do it ! Time is everything.

3. Fokus pada pekerjaan.
    Seteleh merencanakan pekerjaan kemudian waktu pengerjaan hal selajutnya yaitu fokus pada pekerjaan. Di dalam dunia kerja pasti banyak hal yang harus dikerjaan/pekerjaan menumpuk. Ketika mendapatkan pekerjaan yang menumpuk yang harus kita lakukan adalah mengelompokan pekerjaan berdasarkan tingkat kepentingan. Sebisa mungkin selesaikan dari prioritas yang paling penting hingga tingkat kepentingan yang rendah. Dengan melakukan tugas berdasarkan prioritas maka akan membuat kita menjadi lebih produktif. Focus is Target !!

4. Hilangkan Ganguan


    Hilangkan ganguan ini hampir mirip dengan fokus. Jika fokus berdasarkan periotas sendangkan gangguan adalah faktor ekstarnal yang membuat kita tidak berkosentrasi pada tugas. Misalkan teman kerja yang malas, Handphone yang selalu berdering, Ruangan yang bising, dan lain sebagainya. Hal tersebut bisa kita atasi dengan beberapa cara.
- Beritahu teman kerja anda jika anda sedang fokus dengan cara ilegan
- Matikan atau mode diam telepon gengam 
- Pasang tulisan "jangan menganggu" di ruangan kerja
- Matikan koneksi internet ketika fokus pekerjaan.

5. Lakukan Review setiap minggu
   

    Nah yang terahir lakukan review/kajian ulang setiap minggu (weekly review) atas aktivitas yang sudah kita lakukan. Jika target belum selesai kita bisa mengetahui apa penyebabnya. Dikemudian hari penyebab tersebut bisa kita hilangkan atau hindari sehingga kita menjadi lebih produktif. 

Meningkatkan kinerja atau produktivitas harus dimulai dengan hal-hal kecil telebih dahulu. Perubahan kecil tersebut akan memandu kita menjadi perubahan yang lebih besar.  Lakukan secara konsisten dan j terus memperbaiki kesalahan. Keep Learning and Learning new thing !!

Berikut versi video :






Komentar

Postingan populer dari blog ini

🇮🇩 ASN DAN KOLABORASI: PENTINGNYA TIM YANG SOLID

  🇮🇩 ASN DAN KOLABORASI: PENTINGNYA TIM YANG SOLID 🚀 Pembuka yang Memikat “Bayangkan ASN seperti orkestra—kalau pemainnya nggak sinkron, jadinya nggak konser, tapi lebih mirip konser kegagalan!” Suatu hari saya menghadiri rapat gabungan instansi. Ada satu tim yang pingin maju cepat, tapi tiba-tiba dua pendapat bentrok: satu ingin fokus digitalisasi, satunya lagi lebih ingin perbaiki SOP manual dulu. Hasilnya? Rapat molor, kopi dingin, dan rencana jadi setengah bisa. Itu momen klasik—ketika kolaborasi tidak terstruktur, semua tujuan kita bisa buyar. Tapi kalau tim solid? Wah, tinggal tekan tombol “go” dan semuanya jalan lancar. 📌 Struktur Artikel Apa itu Kolaborasi dalam ASN? Mengapa Kolaborasi itu Penting Unsur Tim yang Solid Hambatan dalam Kolaborasi dan Solusinya Kutipan Self‑Development sebagai Bahan Bakar Humor dan Contoh Sehari-hari Panduan Praktis Membangun Kolaborasi Penutup: Saat Tim Solid, Visi Jadi Nyata 💡 1. Apa itu Kolaborasi dal...

GAJI PAS-PASAN TAPI TETAP BISA NABUNG

  💸 GAJI PAS-PASAN TAPI TETAP BISA NABUNG Kalau niat kuat, isi dompet ikut kuat! 🔥 PEMBUKAAN YANG MENCENGANGKAN: “Gajiku cuma cukup buat hidup… sampe tengah bulan!” Yap. Pernah denger atau malah sering bilang begitu? Banyak orang merasa gajinya terlalu kecil untuk ditabung. Bahkan, ada yang bilang, “Duh, nabung itu cuma buat yang gajinya dua digit!” Padahal, yang gajinya dua digit pun kadang akhir bulan makan mie rebus dan minum air galon gratisan di kantor. Gaji besar gak menjamin kaya. Gaji kecil gak berarti harus miskin terus. Yang bikin beda cuma cara kita mengelola. 📊 Fakta menarik: Menurut data dari BPS (Badan Pusat Statistik), lebih dari 75% masyarakat Indonesia tidak memiliki tabungan yang memadai , bahkan banyak yang tidak punya dana darurat sama sekali. Padahal dalam Islam, kita diajarkan untuk merencanakan masa depan dan tidak boros: “Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya, karena itu kamu m...

Bagaimana Mengendalikan Nada Bicara dan Intonasi

  Bagaimana Mengendalikan Nada Bicara dan Intonasi How to Control Tone and Intonation 🇮🇩 Pembuka: “Bukan Apa yang Kamu Katakan, Tapi Bagaimana Kamu Mengatakannya” Pernah dengar orang bilang begini? “Bukan kamu yang salah, tapi caramu ngomong yang bikin emosi!” Yap, inilah bukti bahwa nada bicara dan intonasi bisa mengubah makna. Kita bisa bilang kalimat yang sama, tapi terasa menenangkan , mengancam , atau malah membingungkan — hanya karena nada dan intonasinya. Contoh: “Kamu hebat...” (lembut & tulus) “Kamu hebat?” (bingung & meragukan) “KAMU HEBAT!” (marah atau sarkas!) Intonasi = musiknya kata-kata. Dan dalam public speaking, nada suara bisa jadi pembeda antara dihormati atau diabaikan . “Your voice can inspire, destroy, motivate, or confuse — and it all depends on how you use it.” – Tony Robbins, Unshakeable 🇮🇩 Kenapa Nada Bicara & Intonasi Penting Buat Semua Orang? Karena dalam komunikasi — terutama saat berbicara di depan umum...